Acara guest lecture ini menghadirkan Dr. Angga Hermawan dari postdoctoral researcher Sugimoto lab. Shinshu University, Jepang. Pada guest lecture ini, beliau menjelaskan hasil penelitian beliau mengenai sintesis semikonduktor metal oksida. Acara ini diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara berkolaborasi dengan Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi.

Pada hari Kamis, 25 Maret 2021 telah terlaksana kegiatan International Guest Lecture yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara berkolaborasi dengan Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi via online melalui Zoom meeting. Acara kali ini menghadirkan Dr. Angga Hermawan dari Shinshu University, Jepang, yang membahas topik tentang sintesis semikonduktor oksida dengan metode yang relatif mudah dan murah, misal hydrothermal dan solvothermal

Acara dimulai dengan penyampaian profil dari Dr.Angga Hermawan (Dr. Angga) oleh moderator yaitu Dr. Arie Wibowo yang merupakan dosen dari Teknik Material. Selanjutnya Dr. Angga mengawali materi dengan menyampaikan informasi bahwa sintesis menggunakan metode kimia lebih murah dan tidak membutuhkan peralatan yang rumit. Penjelasan diawali dengan menyampaikan metode sintesis semikonduktor metal oksida dapat disintesis dengan metode fisika (misal PLD, PVD/CVD, spray pyrolisis) dan kimia (misal microwave, flow reactor, solid-state, wet method). Ternyata sintesis fisika ini terlalu banyak membutuhkan biaya, sehingga metode kimia lebih disukai. Pada guest lecture ini akan dipresentasikan mengenai sintesis kimia menggunakan wet method. Selanjutnya beliau menjelaskan tentang hasil sintesisnya yang bervariasi dalam hal material dan parameter. Beliau juga menjelaskan bahwa, walaupun material yang digunakan sama, ketika parameter yang diberikan berbeda morfologi yang didapatkan bisa berbeda. 

Dr. Angga selanjutnya menjelaskan beberapa penelitian yang telah dilakukan berupa sintesis NiO yang diatur facet-nya dengan mengubah parameter prosesnya. Facet yang dimaksudkan adalah nanopartikel yang memiliki geometri unik. NiO yang disintesis memiliki geometri oktahedron (111) dan flat heksagon (110) Penyampaian materi dari beliau diakhiri dengan penjelasan mengenai karakterisasi sintesis NiO tersebut. 

Pada sesi tanya jawab, peserta menyampaikan pertanyaan melalui kolom chat dan langsung dijawab oleh Dr. Angga. Acara diakhiri dengan melakukan foto bersama dengan Dr. Toni dan para peserta. Acara ini diikuti oleh 20 peserta yang mayoritas merupakan mahasiswa ITB dari berbagai program studi

narasumber
Peserta
Peserta