Hingga saat ini belum ada program studi sejenis pada perguruan-perguruan tinggi di Indonesia. Hal ini disebabkan karakteristik keilmuan teknologi nano sendiri sebagai cabang ilmu yang berada di garis depan dan masih terus berkembang secara cepat sehingga belum memiliki bentuk dan struktur keilmuan yang disepakati dalam penyampaiannya secara formal. Oleh karena itu, upaya untuk mendirikan suatu program studi di bidang teknologi nano membutuhkan orisinalitas dan kepakaran terkait filosofis keilmuan dan aplikasinya, serta fasilitas pendukung yang tidak murah. Oleh sebab itu, tidak semua perguruan tinggi di Indonesia memiliki kapasitas dan kepercayaan diri untuk mendirikan program studi teknologi nano. Sejauh ini hanya ITB yang memiliki kapasitas serta rekam jejak yang mampu menjawab tantangan dan menjadi pelopor dalam bidang ini.

Sebagai bidang yang berkutat pada manipulasi objek di skala atom dan molekul, riset terkait teknologi nano di Indonesia dapat ditemukan pada berbagai perguruan tinggi yang memiliki program studi terkait, seperti Fisika, Kimia, Biologi, Farmasi, Teknik Kimia, Teknik Material dan Teknik Fisika. Sedangkan dari segi pengajaran, penyampaian keilmuan terkait teknologi nano dapat ditemukan secara parsial berdasarkan sudut pandang keilmuan program studi masing-masing dalam bentuk mata kuliah pilihan tingkat akhir program sarjana atau pascasarjana. Jika dilihat dari kebutuhan bidang ilmu, sekali lagi hanya ITB yang memiliki program studi lengkap untuk mendukung berdirinya program studi teknologi nano. Keberadaan program studi teknologi nano mengatasi kelemahan dalam penyampaian keilmuan teknologi nano dengan mengajarkannya secara terstruktur, komprehensif, dan integral.

Program Studi Teknologi Nano yang akan diselenggarakan oleh ITB menekankan karakter multidisiplin dengan kehadiran dosen pengajar dan peneliti dari berbagai program studi terkait. Keilmuan teknologi nano diajarkan mulai dari dasar filosofisnya, yaitu penekanan pada efek ukuran (size effect) yang didasarkan pada fenomena permukaan/antarpermukaan dan kuantum. Hal ini menjadi landasan berpikir dan sudut pandang yang universal dalam berbagai aplikasi teknologi baik di bidang material (fisika/kimia), biologi maupun farmasi.

Pada tingkatan selanjutnya diberikan tiga perangkat untuk mengembangkan teknologi nano yaitu teknologi pemrosesan nanomaterial, desain nanomaterial secara komputasional dan teknologi karakterisasi nanomaterial. Semua pengetahuan ini kemudian diimplementasikan pada bidang nanomaterial, nanobiologi, nanomedicine, dan nanodevice untuk menghasilkan penemuan baru berupa teori serta berbagai produk inovatif yang dipergunakan dalam memecahkan permasalahan bangsa Indonesia.

Secara integral berdasarkan kebutuhan, fungsi dan keunggulan pendirian Program Studi Magister dan Doktor Teknologi Nano di Institut Teknologi Bandung dapat diilustrasikan secara skematis pada Gambar 9. Indonesia sebagai bangsa yang besar, sarat akan kultur dan budaya yang unik serta beraneka ragam ditambah dengan populasinya yang besar akan memicu suatu kebutuhan khas (unique demand) yang harus dipenuhi demi kelangsungan hidup bangsa. Pemecahan permasalahan bangsa ini tidaklah mudah sehingga memaksa diaplikasikannya teknologi nano yang kemudian memicu diselenggarakannya Program Studi Magister dan Doktor Teknologi Nano di lingkungan Institut Teknologi Bandung. Penyelenggaraan program studi baru ini dapat terlaksana berkat kesiapan ITB dalam bentuk rekam jejak penelitian, peneliti dan tim riset, fasilitas penelitian dan keberadaan program-program studi pendukung sebagai induk keilmuan teknologi nano.

Dalam usahanya memecahkan permasalahan bangsa dengan memenuhi unique demand, Program Studi Magister dan Doktor Teknologi Nano akan menuangkan kontribusinya dalam riset pada 4 topik utama riset, yaitu: nanomaterial, nanomedicine, nanobiologi dan nanodevice. Keempat topik utama riset ini yang kemudian akan diaplikasikan pada berbagai karya penelitian dan inovasi yang mencakup empat permasalahan utama bangsa, yaitu kebutuhan akan energi, pangan, pertahanan, dan kesehatan, berserta muatan-muatan kultur dan budaya, yang menjadikan permasalahan ini unik bagi bangsa Indonesia dan hanya dapat diselesaikan oleh bangsa Indonesia.

Potensi untuk Mencapai Keunggulan (Excellence)

Program Studi Magister dan Doktor Teknologi Nano adalah program studi yang di dalamnya melibatkan lintas disiplin ilmu (multidisiplin). Program studi pascasarjana lintas disiplin ilmu ini adalah yang pertama kali diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung, yang mengintegrasikan bidang-bidang ilmu dasar (fisika, kimia, biologi), farmasi dan kedokteran, dan teknik bertujuan menghasilkan lulusan unggul dan mumpuni baik secara teoritis dan praktek pada bidang-bidang yang mendukung kehidupan masa kini dan masa depan. Selain itu, pendidikan dan penelitian bidang teknologi nano akan menjadi andalan teknologi di masa depan untuk mendukung pengembangan produk-produk berkualitas dan unggul, berdasarkan munculnya sifat unik dan unggul jika ukuran suatu material berskala nanometer. Penelitian di bidang teknologi nano yang terintegrasi lintas disiplin ilmu akan menghasilkan luaran yang solid dan inovatif sehingga berpotensi untuk paten serta publikasi yang kompetitif untuk diterbitkan di jurnal internasional bereputasi baik. Oleh karena itu, penyelenggaraan Program Studi Magister dan Doktor Teknologi Nano ITB merupakan hal yang sangat krusial dalam mendukung perkembangan industri serta penelitian di ITB dengan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berlatar belakang multidisiplin.  

Potensi keunggulan dari kerja sama riset lintas disiplin ilmu telah ditunjukkan oleh kinerja para dosen ITB dan peneliti yang tergabung pada Pusat Penelitian Nanosains dan Teknologi Nano (PPNN) ITB, dalam bentuk berbagai penelitian bersama yang hasilnya telah menghasilkan beberapa paten dan publikasi pada berbagai jurnal internasional bereputasi. Jika dilihat dari publikasi saja, kerja sama riset lintas disiplin ini telah dimulai jauh sebelum gedung PPNN berdiri, yaitu sejak tahun 2011 ketika PPNN sebagai organisasi telah terbentuk namun segala fasilitas masih dalam proses perencanaan. Hingga kini jumlah publikasi dengan afilisiasi PPNN yang dihasilkan bersama telah mencapai 178 artikel dengan 32 diantaranya berkualitas Q1 atau Q2, suatu prestasi yang membanggakan. Keunggulan lain dari kerja sama multidisiplin ini adalah jejaring dengan industri, dimana PPNN menawarkan solusi bagi permasalahan-permasalahan yang ada. Hal ini terutama lewat berbagai pendekatan hilir (end pipe), biarpun tidak menutup berbagai solusi lain misalnya lewat substitusi produk atau proses industri yang lebih murah dan efisien.

Hasil-hasil penelitian PPNN juga memiliki prospek industrialisasi untuk pemecahan berbagai permasalahan bangsa di masa yang akan datang, seperti pengembangan nanokatalis, teknologi membran untuk produksi air bersih, nanosensor, nanomedicine, sel surya, serta berbagai proses pascapanen, misalnya pengendalian pematangan buah (delay ripening). Panjangnya sejarah pengembangan PPNN dari tahap perencanaan, pembangunan, implementasi program, hingga pembentukan prodi Teknologi Nano yang selalu disertai dengan kerja sama riset yang tak terputus antara para dosen dan peneliti yang tergabung menjadikan riset lintas bidang ilmu sebagai suatu budaya yang mendarah-daging. Budaya ini adalah salah satu keunggulan Program Studi Magister dan Doktor Teknologi Nano yang bersifat intrinsik dan bukan dimunculkan dengan pemaksaan, melainkan muncul karena kebutuhan dalam persaingan.