Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi (PPNN) Institut Teknologi Bandung (ITB) bermitra dengan Rumah Inovasi Natura mengeluarkan produk sabun tanah anti najis bernama “Natura”. Sabun pencuci najis ini dibuat untuk memudahkan pembersihan najis pada tubuh dan pakaian saat seseorang bersentuhan dengan barang najis. Sabun ini mengandung kaolin, yaitu bahan tanah liat asli Indonesia dan dapat dicampurkan pada sabun untuk mensucikan najis.

Simbolis Launching Produk Natura oleh Prof. Dr. Heni Rachmawati, Apt., M.Si

Direktur PPNN ITB, Prof. Dr. Heni Rachmawati, Apt., M.Si., menjelaskan, latar belakang dibuatnya sabun ini adalah dalam rangka menjawab tantangan produk yang bisa digunakan untuk menyucikan dari najis. Indonesia sebagai negara dengan mayoritas muslim belum menghasilkan produk seperti ini yang halal dan juga tersertifikasi.

“Sebagai dosen dan juga peneliti, kami dari ITB memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan penelitian tersebut. Ini adalah hasil riset kami selama kurang lebih 6 bulan, karena perlu waktu untuk optimasi formula dan uji stabilitas,” ujar Prof. Dr. Heni Rachmawati, Apt., M.Si.

Selain Prof. Dr. Heni Rachmawati, Apt., M.Si., launching natura juga dihadiri oleh Dr. Annis Catur Adi, dari PT. Rumah Inovasi Natura. Beliau menyampaikan terima kasih atas kesempatan dan Kerjasama dengan PPNN dalam pembuatan produk ini.

Sambutan dari Dr. Annis Catur Adi

Produk natura ini juga mendapat dukungan dari Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB, seperti yang disampaikan oleh bapak Rofiq Iqbal, S.T., M.Eng., Ph.D. Beliau menyampaikan dukungan terhadap produk-produk hasil inovasi dari ITB, khususnya produk sabun pensuci najis yang telah menyematkan teknologi nano ini.

Sambutan Rofiq Iqbal, S.T., M.Eng., Ph.D. dari LPIK ITB Bandung

Indonesia memiliki sekitar 217 juta penduduk muslim, yaitu sekitar 81,79% dari total penduduk Indonesia. Syarat sah untuk beribadah adalah badan harus suci dari najis. Banyak sumber najis di sekitar yang bisa menyebabkan tidak sahnya melakukan ibadah sholat jika tidak disucikan dengan sempurna dan memenuhi syariat. Terutama jika terkena najis berat, maka syarat pensuciannya adalah menggunakan tanah/pasir seperti pernyataan di bawah ini:

طُهُوْرُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيْهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُوْلَاهُنَّ بِالتُّرَابِ  

Artinya:

“Sucinya wadah salah satu di antara kalian ketika dijilat anjing adalah dengan cara dicuci sebanyak tujuh kali. Salah satunya dicampuri dengan debu” (HR Muslim, Ahmad).   Dari hadits di atas, menurut mazhab Syafi’i dan Hanbali, najis dari anjing bukan hanya berasal dari jilatan atau air liurnya saja, namun seluruh bagian hewan tersebut adalah najis mughallazah, sebab mulut adalah anggota badan paling bersih. Apabila anggota badan yang paling bersih saja dianggap najis apalagi anggota lain, terlebih kotorannya.

Untuk dapat mensucikan najis berdasarkan dalil di atas, kecil kemungkinan masyarakat muslim membawa tanah ke mana-mana atau berkesempatan memperoleh tanah yang suci dan mensucikan di sekitarnya dengan mudah. Oleh karena itu, untuk membantu masalah tersebut secara praktis, nyaman, terjamin mutu dan keamanannya, PPNN ITB menciptakan produk sabun pensuci najis ini.

Produk sabun ini telah melewati serangkaian pengujian di laboratorium untuk menguji sifat fisikokimia dan performa dari produk. Nanoemulsi vitamin E telah terbukti terbentuk dengan baik dengan ukuran di bawah 100nm berdasarkan hasil pengujian menggunakan Transmission Electron Microscopy (TEM) yang dapat dilihat pada gambar 1. Selain itu uji antimikroba juga telah dilakukan menggunakan bakteri pathogen yaitu Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Pseudomonas aeruginosa dimana zona hambat terbentuk dengan pemberian produk sabun.

Hasil pengamatan TEM darii Nanoemulsi Vitamin E

Keunggulan sabun ini dibanding sabun lain adalah fungsinya, selain membersihkan kotoran secara umum, juga bahan yang bersifat najis. Keunggulan fungsi ini karena adanya kandungan unsur tanah yaitu kaolin, yang merupakan komponen utama (20%) dari produk ini sehingga memenuhi fatwa sebagai pensuci dari najis. Keunggulan kedua adalah kandungan vitamin E dalam bentuk nanoglobul. Nanoglobul vitamin E merupakan aspek inovasi dalam formulasi vitamin larut minyak yang berfungsi sebagai suplemen kulit, bisa bercampur secara sempurna dan stabil dalam jangka waktu lama ke dalam produk sabun cair yang dikembangkan. Sabun pensuci najis dengan kandungan kaolin dan nanoglobul vitamin E ini merupakan produk hasil penelitian di Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi (PPNN), Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan banyak keunggulan yaitu mampu menutrisi dan melembapkan kulit, dirancang dengan formula aman untuk seluruh jenis kulit sehingga anti iritasi, tidak meninggalkan residu, ramah lingkungan, dan telah tersertifikasi halal dari MUI dan berizin edar BPOM RI.

Sabun ini dijual dengan harga Rp 25.000 untuk volume 100 mL dan Rp 120.000 untuk volume 500 mL. Produk sabun ini bisa didapatkan di koperasi keluarga pegawai (KKP) ITB, apotek-apotek, serta melalui marketplace online (https://shopee.co.id/shop/389960269/ dan Toko INDONANOTECH INNOVATION Online – Produk Lengkap & Harga Terbaik | Tokopedia)